Rekor MURI Cunduk Mentul Tertinggi oleh Hj. Dyah Maulana Sanggar Maudy Semarang

By : Admin | On : 22 FEBRUARI 2017 | 463 VIEWS

PERNIKAHAN antara Suci Ambarwati (25), warga kawasan Perumahan BPI A5, Jl. Raya Boja-Ngalian, Semarang dengan Trimono (27), warga kawasan Purwosari, Semarang, begitu istimewa.

Betapa tidak, acara yang dilangsungkan Sabtu (12/7) di Auditorium IAIN Walisongo itu ternyata mengundang perhatian banyak orang.

Keistimewaannya upacara sakral tersebut tercatat di Museum Rekor Indonesia (Muri) karena mempelai wanita mengenakan cunduk mentul tertinggi di dunia.

“Saya mengklaim bahwa cunduk mentul yang panjangnya 120 cm ini merupakan yang tertinggi di dunia, karena cunduk mentul setinggi itu tidak terdapat di Inggris, Amerikan, bahkan di Irak,” kata Manager Muri Paulus Pangka SH saat memberikan sambutan.

Kedua mempelai mengenakan pakaian tradisional corak Paes Ageng Yogyakarta modifikasi tersebut diiringi gending-gending “Kebogiro”, “Kodok Ngorek”, pada pukul 10.30 menuju ke tempat pelaminan.

Lucunya, tepat di pintu masuk mempelai wanita harus menundukkan wajahnya dan merendahkan diri, karena cunduk mentul tersebut membentur dinding pintu bagian atas.

“Awas…awas, tunduk..tunduk!, nah,” ujar seorang ibu yang berada di belalang barisan kedua mempelai mengarahkan jalan memepelai wanita supaya tidak membentur tembok.

Sembari tersenyum dan seolah menahan berat cunduk mentul, Suci melangkahkan kakinya perlahan-lahan.

“Ini tidak berat, kemarin saya sudah mencobanya kok,” tuturnya.

Mereka melangkah diikuti barisan yang mengenakan pakaian adat Jawa. Setelah sekitar 30 menit, mereka menghentikan langkahnya di pelaminan yang dihiasi dengan dekorasi roncean bunga melati menjuntai di sela-sela gebyok ukir khas Kudus.

Dari Televisi

Hj Dyah Maulana, pembuat cunduk mentul tersebut mengatakan, ide pertama membuat cunduk mentul tertinggi, lantaran dirinya melihat acara di televisi. “Waktu itu saya melihat ada orang bisa masuk Muri karena membuat sesuatu, maka saya berkeyakinan juga bisa,” tuturnya ramah.

Dia tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membuat hiasan pengantin tersebut. Lebih-lebih persoalan rias pengatin sudah menjadi dunia Dyah sehari-hari.

“Kebetulan anak saya menikah, maka saya buatkan cunduk mentul seperti ini supaya menjadi kenangan seumur hidup,” ungkapnya.

Dia menjelaskan bahan yang dipergunakan untuk membuat cunduk mentul tersebut berupa besi lapis perak, mata diamond, tangkai bambu, dan diperindah dengan ronce bunga mawar.

Paulus mengatakan, cunduk mentul tertinggi di dunia tersebut merupakan pemegang rekor Muri yang ke-935. Adapun pemegangnya adalah PT. Prisma Multimedia Production sebagai pemerakarsa, Tata Rias Pengantin Maudy atau Hj Dyah Maulana sebagai pembuat, Suci Ambarwati, dan Trimono. (Aris Mulyawan-63)